Rabu, 14 April 2010

He Is My Love Forever (RIFY) -part 2-


Ohoho .... Semenjak lahirnya ni cerbung(cerita nyambung) jadi minat update trus ....
Sama kata temen saya juga bahas bloog.. Jadi inget aku punya blog terlantar ini . *Kasian banget sih ni blog saya panggil blog terlantar ... Ohoho..\

Takdirmu, blog. (?)


Okok. Mulai aje ye....... ^^





Enjoy .......





...




"He Is Me Love Forever"


Bruuk ! Ify keburu jatuh pingsan. Ya. Ify shock melihat bendera kuning yang berkibar ditepak angin di depan rumahnya. Berhubung ia tinggal sendiri , pasti yang dimaksud adalah ibunya.

"Apa ini? Gelap.. Pusing.. Rasanya aku... Jatuh?" Batin Ify.

"Nak? Nak?" Terdengar samar-samar suara memanggil Ify. Ify membalikan badannya ditengah kegelapan yang ia rasakan.

"Ibu?" Tanyanya .

"Iya.. Ini ibu."

"Ibu dimana?? Gelap ! Fy nggak bisa lihat ibu.."

"Ibu ada disini, nak.. Ibu ada terus sama Ify."

"Bohong ! Kalau ibu ada terus sama Ify, kenapa ibu pergi ninggalin Ify ?! Ify kan jadi sendiri , bu ! Kenapa ibu mati ?!"

"Ibu nggak mati nak.."

"Bohong !! Ibu bohong !! Ibu udah mati kan ?! Ibu jahat!! Kenapa ibu ninggalin Ify.. Kenapa? Hiks .. Kenapa.." Tanya Ify yang mulai menangis.

"Sekarang jawab nak, apa ibu sudah benar-benar mati di hati kamu? Apa ibu sudah lenyap, sudah tiada di hati kamu ??"

"Di hati... Ify?" Tanya Ify lagi yang sudah mulai tenang.

"Iya. Ibu akan tetap hidup di hati Ify."

"Ibu dimana?? Ify mau peluk ibu !!"

Jreeeeeeeeng... Cahaya terang menyilaui Ify. Tampaklah Ibu Ify dengan baju serba putih.

"Ibu pergi dulu ya, nak. Kamu sudah besar. Sudah seharusnya bisa mengurus diri sendiri. Wasalamualaikum.." Pamit sang Ibu.

"Ibu !! Ibuuu !!!!!!!" Panggil Ify sambil berlari mengejar-ngejar ibunya. Tapi Ify tidak bisa mengejar Ibunya itu. Sekuat apapun Ify berlari, ia sudah tidak mungkin mengejar ibunya yang sudah pergi ke dunia yang berbeda.

"Ibbbuuuuuuuuu !! Huuuaaa !! Hiks !! Huueee heuuuu !! Ibuu !!" Tangis Ify.
"Hiks.." Tangis Ify semakin melemah. Kepalanya pusing. Ify memegangi kepalanya.

"Apa ini? God.. Beritahu aku apa ini?? Aaarrgghh !! Pussiiiiinng !!" Jerit Ify .


..


Tes, setitik air mata membasahi pipi Ify. Ify mencoba membuka matanya, berat rasanya untuk membuka mata.
Ify berhasil membuka sedikit matanya. Ia melihat tiga orang yang sudah tidak asing lagi mengelilinginya dengan wajah panik. Bahkan dua orang diantaranya meneteskan air mata.

"Apa ini? Rio? Shilla? Um.. Alvin?" Tanyanya dalam hati.

Wajah Rio, Shilla dan Alvin berubah seketika menjadi cerah melihat Ify yang sudah siuman.

"Ify ?! Ify ?!" Tanya Rio yang langsung berhambur pada pelukan Ify.

Ify tersenyum kecil .

"Aku kenapa? Ini dimana?" Tanya Ify pada yang lainnya.

"Ini rumah sakit. Kamu tadi pingsan. Tetangga kamu langsung nelf kita .." Jawab Shilla sambil mengelus lembut rambut Ify.

"Kenapa aku bisa pingsan? Apa apa?" Tanya Ify lagi. Ia berharap kepergian ibunya hanyalah mimpi.

Semua tidak ada yang berani menjawab. Muka Shilla, Alvin dan Rio mendadak pedih.

"Fy, kamu nggak sendiri. Kita selalu ada untuk kamu." Ucap Rio.

Ify merasa bingung. Apa yang sedang dibicarakan Rio? Itulah yang ia pikirkan. Lalu Ify teringat akan sesuatu yang menyakitan. Sebelum pingsan, Ify melihat bendera kuning depan rumahnya.

"Hey.. Kalian kenapa? Bendera kuning depan rumah ku apa maksudnya?" Tanya Ify dengan menatap kosong langit-langit.

"Uhk.. Hiks. Kita, Hiks.. Kita selalu disamping kamu Fy.. Kamu nggak sendiri." Ucap Shilla yang lagi-lagi mengucapkan kalimat yang tidak dimengerti oleh Ify. Ify menangis perlahan. Satu persatu air mata menetes dan membuat sungai kecil di pipi Ify .
Rio memegang erat tangan Ify.
Alvin membalikan badannya dan membanting diri di sofa. Ia tak tahan jika melihat kepedihan Ify.


Keadaan hening .. Yang terdengar hanya isak tangis Shilla dan Ify.

"Kalian.. Rio.. Shilla.. Alvin .. Kalian janji nggak akan pergi dari aku? Aku sendirian.. Aku takut. Aku cuma punya kalian.." Ucap Ify lirih yang mulai angkat bicara.

"Kita janji, Fy" Ucap Alvin mantap. Itu membuat hati Ify sedikit lebih tenang .

Ify mengalami shock*bener nggak sih nulisnya? berat dan perlu dirawat inap beberapa hari lagi. Tapi ia diijinkan untuk pergi kepemakanan ibunya sebentar .

..

Sore itu , Shilla mendandani Ify dengan serba hitam. Ifypun diberi kerudung hitam. Ify masih sering melamun. Ia dituntun berjalan ke mobil Rio oleh Rio.

@mobil Rio,

Ify seolah masih belum bisa untuk menerima semua ini. Tentu ini adalah hari berat baginya.


..

Setelah sampai dipemakaman ,

"Fy, loe gak apa-apa?" Tanya Shilla cemas.

"Iya.. Muka loe pucet banget Fy.." Timpal Alvin tak kalah cemasnya.

"Iya. Gue gak apa-apa." Jawabnya.

Rio membuka pintu mobilnya. "Ayo, Fy.. Turun" Ucap Rio sembari menjulurkan tangannya. Ify meraih tangan Rio itu dan keluar dari mobil.

Blam, pintu mobil Rio tertutup .
Ify, Rio, Alvin dan Shilla menuju pada makam Ibu Ify.

Terlihat kerumunan banyak orang berbaju hitam. Ya, itu adalah makam Ibu Ify. Ibu Ify sudah dimakamkan.
Perlahan , Ify menyentuh nisan ibunya. Shilla, Alvin dan Rio sudah bersiap untuk menenangkan Ify .

Gyuut.. Ify memeluk erat nisan ibunya itu. Ia tersenyum. Rio terjongkok dibelakang Ify. Shilla yang melihat perjuangan Ify tidak bisa menahan tangis. Shilla memutuskan untuk bersandar pada bahu Alvin. Alvin yang mengerti mengelus lembut rambut Shilla.

Setelah selesai mendo'akan Ibu Ify , semua hadirin beranjak dari tempat itu. Kini tinggal Ify, Rio, Shilla dan Alvin.

"Fy, yuk ke rs. Kata dokter loe gak boleh lama-lama.." Ajak Rio.

"Ke rs? Ninggalin ibu?" Tanya Ify ngawur.

"Iya Fy.. Nggak kok. Loe nggak ninggalin ibu loe. Cuma loe harus balik ke rs" Ucap Shilla. Ifypun menurut, mereka semua pergi ke rs kembali.

..

Sesampainya di RS ,
Ify berbaring di kasur rawatnya. Ia menatap kosong langit-langit.

"Fy, gue harus balik. Banyak tugas." Pamit Rio sekaligus mewakili Shilla dan Alvin.

"Iya."

"Maaf ya kita gak bisa nginep disini. Besok pulang sekolah kita langsung kesini lagi." Ucap Shilla.

"Iya.. Makasih ya sebelumnya."

"Apaan sih loe ? Kayak ke orang lain aja !" Seru Alvin yang terlihat paling tegar dari yang lainnya.

"Tunggu !!" Panggil Ify.

"Hm?" Ify, Alvin dan Rio membalik kanan karena dipanggil Ify.

"Shilla.. Sama Alvin.. Sejak kapan jadian?" Tanya Ify.

Glek ! "A.. Apa sih lo?? Ngelantur, ah !" Seru Alvin.

"Tapi tadi kalian..."

"Nggak ! Gue gak jadian sama Alvin ! Apaan sih ??" Tanya Shilla dengan wajah memerah kepiting rebus.

"Yaudah.. Hati-hati di jalan" Ucap Ify.

"Ya."

..

Saat Ify sedang termenung sendirian ,

Clek, ada seseorang membuka pintu kamar rawat Ify.

"Hm? Siapa?" Tanya Ify.

"Pasien kamar sebelah." Jawab orang itu sembari memasuki kamar rawat Ify. Orang itu tampak memakai tongkat untuk berjalan.

"Hai.." Sapa Ify ramah.

"Ikut disini ya.. Aku boring di kamar sendirian." Ucap cowok itu ceria.

"Kenapa kaki kamu? Kok pake tongkat?"

Cowok itu terdiam sesaat. Ia termenung. Dan setelah itu ia berkata "Oh ini.. Ini habis kecelakaan." Jawabnya sambil tersenyum.

"Oh.. Maaf. Nama kamu siapa?" Tanya Ify yang mudah bergaul.

"Gabriel. Kamu Ify ya? Aku tau tentang kamu dari suster.. Sabar ya tentang ibu kamu.."

"Ya. Makasih.."


Braaak !! Seorang suster membuka paksa kamar Ify.

"Gabrieeeeeeelllll !!!!! Siapa suruh keluar kamar, hah ?!" Bentak suster itu. Gabriel tertawa terbahak-bahak. Ia lalu melewati suster itu. Sengaja memancing amarah sang suster seperti anak kecil.

'Hmmpph..' Ify yang melihat itu hanya berusaha menahan tawa. Ia merasa bebannya telh hilang.


..


Esok paginya ,

Clek, pintu kamar Ify dibuka oleh seorang yang sudah tidak asing.

"Gabriel?"

"Hai, Fy.."

"Yel.. Aku boleh minta anter nggak?"

"Kemana?"

"Jalan-jalan keluar. Aku boring disini ." Pinta Ify.

"Yap. Kamu bisa jalan?"

"Bisa.."

..

Gabriel dan Ify keluar ke depan rs untuk menghirup udara pagi. Ify berlari kecil mengejar burung-burung.

"Jalan rayanya sepi ya? Nggak kayak kalo siang .." Ucap Ify girang sembari membentangkan kedua tangannya di tengah jalan raya yang sama sekali tidak ada satu mobilpun berlalu.

Gabriel tersenyum kecil melihat dari kejauhan. Hatinya sejuk melihat Ify , gadis cantik berkilauan diantara sinar matahari pagi.

DEG !! Gabriel melotot melihat truk besar berjalan dari arah kiri. Ify yang tidak sadar dan lugu terus bermain mengejar kupu-kupu. Gabriel berusaha memanggil Ify. Tapi Ify tidak mendengar .

"Ify !!!! Ify !!!!! Ifyyyyyyyyyy !!!!!!!!!!"


Cleeeeeekiiiiiit... "Tiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiid" Terdengar suara klakson dipijit panjang. Ify menoleh kebelakangnya.

"AAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!"


**


Sampe sini dulu. nantikan part selanjutnya. Ohoho..
Komen ya ^-^

0 komentar:

Posting Komentar